PCM Cikampek

Menjemput Berkah Amanah Majlis Dikdasmen Dan Seluruh Guru SMK TI Muhammadiyah Cikampek Perkuat Batin lewat Kajian An-Nisa

CIKAMPEK – Suasana khidmat menyelimuti pertemuan rutin dibulan mei antara Majelis Dikdasmen PCM Cikampek dengan keluarga besar civitas  guru SMK TI Muhammadiyah Cikampek. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi hangat untuk menata kembali niat dan semangat dalam menjalankan tugas kependidikan yang kian menantang.

Memantaskan Diri di Hadapan Amanah Ketua Majelis Dikdasmen, Saepul Haer.S.Pd.I, mengawali arahannya dengan pesan yang menyentuh sisi personal setiap pendidik. Beliau mengajak seluruh guru untuk tidak lelah dalam “memantaskan diri”. Menurut beliau, kualitas sekolah sangat bergantung pada sejauh mana para gurunya mau terus belajar dan memperbaiki kualitas batinnya.

“Bapak dan Ibu sekalian, amanah sebagai pendidik ini adalah titipan besar. Mari kita bertanya pada diri sendiri, sudah pantaskah kita memikul tanggung jawab ini? Memantaskan diri bukan hanya soal gelar atau kepintaran, tapi soal kesiapan hati untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita dan bagi persyarikatan,” tutur Ustadz Saepul Haer dengan penuh kesantunan.

Keputusan yang Lahir dari Kejernihan Hati Melanjutkan pesan tersebut, Ketua PCM Cikampek, Ustadz Aceng Sukmana, membedah lebih dalam mengenai landasan moral dalam bekerja yang bersumber dari Surah An-Nisa. Beliau menekankan bahwa dalam setiap langkah organisasi dan pengambilan keputusan, perasaan dan logika harus berjalan beriringan di bawah naungan wahyu.

Ustadz Aceng Sukmana menyampaikan pesan eksplisit agar setiap keputusan diambil dengan kelapangan dada. Beliau mengingatkan bahwa ego pribadi harus dikesampingkan demi kemaslahatan bersama.

“Dalam mengambil keputusan, kita butuh kelapangan batin. Sebagaimana pesan dalam Surah An-Nisa mengenai amanah, kita harus mampu melihat segala sesuatu dengan jernih. Jika hati kita lapang, insya Allah keputusan yang diambil akan membawa ketenangan bagi semua pihak. Mari kita jalankan peran ini dengan rasa penuh tanggung jawab di hadapan Allah SWT,” pesan Ustadz Aceng Sukmana dengan teduh.

Menutup dengan Sinergi Kajian ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga harmoni antara Dikdasmen dan para guru. Semangat “memantaskan diri” yang ditekankan dalam pengajian ini diharapkan mampu melahirkan lingkungan kerja yang sehat, profesional, dan tetap religius di SMK TI Muhammadiyah Cikampek.

Dengan bekal kejernihan hati dan kekuatan amanah, seluruh elemen sekolah sepakat untuk terus melangkah bersama demi mencerdaskan kehidupan bangsa dalam bingkai dakwah Muhammadiyah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top